2022 Tahun Startup, Persaingan Startup di Dunia Logistik Indonesia

61

Tahun 2022 adalah tahun Startup baru terus bermunculan. Ini akan menyebabkan banyak persaingan. Bagaimana Persaingan Startup Baru vs Startup Lama di Dunia Logistik Indonesia ?

Indonesia Fintech Society( IFSoc) beberapa hari yang lalu memprediksi Indonesia bakal kebanjiran perusahaan rintisan ataupun startup baru pada 2022.. Anggota Steering Committee IFSoc Rudiantara menuturkan, Di tahun 2022( unicorn- unicorn baru) masih bakal bermunculan. Fenomena kemunculan startup baru merupakan kelanjutan dari perusahaan rintisan yang sudah merajai pasar domestik yang dilansir di idxchannel beberapa waktu yang lalu. Perusahaan startup logistik jadi sektor sangat potensial untuk melantai di pasar modal pada 2022. Perusahaan logistik berpeluang untuk IPO sebab pertumbuhannya sangat berhubungan erat dengan industri e- commerce. Bila transaksi di e- commerce bertambah, pengiriman barang dengan logistik juga akan bertambah.

Riset terkini dari Google, Temasek, serta Bain& Company menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, terakselerasi akibat pandemi. Disini E- commerce senantiasa masih jadi raja.

Angka penetrasi internet yang Asia Tenggara diperkirakan sudah mencapai 75 persen dari populasi kurang lebih 655 juta jiwa pada 2021, dengan ada sekitar 40 juta pengguna baru sepanjang 2021. Riset Google menyebut 7 dari 10 pengguna baru internet di kawasan in juga menyatakan bakal terus bertransaksi melalui internet apalagi setelah pandemi usai. Angka- angka ini merupakan isyarat menggembirakan untuk kesempatan e- commerce di masa depan.

Sebagai tulang punggung layanan e- commerce, logistik mempunyai peranan penting buat menunjang aktivitas berbagai pihak terkait. Terlebih di tengah pandemi yang terjadi dikala ini, nampak peranan logistik kian krusial, mendukung anjuran work from home serta social distancing.

Baca Juga :  ALFI Terus Dorong Inovasi dan Kerja sama untuk Penguatan Sektor Logistik Nasional

Perusahaan rintisan( startup) sektor logistik Indonesia diprediksi jadi yang terkuat di Asean. Sebabnya, pandemi Covid- 19 mendorong pertumbuhan bisnis di tengah ketatnya persaingan e- commerce.

Koordinator Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Negeri Jakarta( UNJ) Dianta Sebayang mengatakan 2 alibi kenapa startup logistik Indonesia bakal jadi yang sangat kuat di Asean.“ Pertama karena medan jalur logistik sangat berat dibanding dengan negara lain adalah Indonesia. Alibi yang kedua sebab nyaris 50 persen pangsa pasar Asean merupakan Indonesia,” katanya yang sudah di lansir Bisnis. com tahun lalu.

Merujuk data Badan Pusat Statistik( BPS), sektor logistik sebenarnya mengalami perkembangan yang minus kurang lebih 16% sepanjang 2020. Tetapi begitu, bisnis logistik yang dijalankan para startup yang notabene menggaet segmen pasar langsung ke konsumen malah terus menjadi meroket. Sebabnya, pembelian melalui e- commerce terus menjadi bergairah. Startup logistik yang tumbuh yang berkaitan dengan B2C( business to consumer) ataupun C2C( consumer to consumer), yang berkaitan dengan B2B yang mengalami penurunan.

Industri logistik dapat terus bertumbuh sebab telah jadi salah satu kebutuhan utama masyarakat di tengah pandemi Covid- 19. Paling utama dengan penitrasi e- Commerce yang terus menanjak. Segmen logistik ritel mencatatkan peningkatan kinerja yang lebih signifikan dibanding dengan segmen logistik bulk. Peningkatan logistik ritel tidak lain didorong oleh perubahan sikap konsumsi masyarakat yang berbelanja secara digital. Namun, melihat 3 atau 5 tahun ke belakang, banyak muncul pemain logistik baru. Tetapi mereka tidak dapat bertahan kurang lebih satu tahun, sehingga pemain lama terus mendominasi.

Dikala ini ada banyak perusahaan rintisan teknologi( startup) di bidang logistik. Ada beberapa perihal yang menimbulkan startup logistik di Indonesia masih berfokus pada inovasi dibanding promosi secara masif.

Baca Juga :  Tranformasi Digital bagi Pelaku Logistik Merupakan Sebuah Keharusan

Perihal ini disebabkan karena belakangan, sebagian besar perusahaan startup logistik di Indonesia dikala ini sudah beralih dari penyedia jasa logistics management system, quotation bidding, serta logistics marketplace platform jadi logistics broker( act as third party logistics). Dimana mereka berperan selayaknya perusahaan logistik saat ini tetapi dengan digitalisasi.

Peluang munculnya startup logistik baru ke depannya masih sangat besar dan mungkin saja perusahaan unicorn berikutnya berasal dari startup logistik. Dengan lahirnya berbagai startup itu, Persaingan bisnis sesama penyedia jasa logistik bakal makin sengit. Disaat ini, persaingan itu masih wajar sebab tiap startup logistik memiliki segmen pasar yang berbeda. Apalagi sebagian startup logistik dapat saling bekerjasama sebab sektor logistik sangat luas dengan market serta produk yang berbeda- beda. E- commerce memerlukan layanan logistik khusus yang menuntut kecepatan pengiriman pesanan.

Berbeda dengan layanan logistik konvensional yang business to business[B2B], layanan logistik e- commerce bersifat business to customer[B2C] ataupun customer to customer[C2C]. pengiriman produk dalam volume kecil serta tersebar.

Keberadaan perusahaan startup logistik mendorong kinerja sistem logistik sebab memanfaatkan teknologi informasi yang menefisienkan proses bisnis serta operasional. Karakteristik serta tuntutan itu memerlukan inovasi penyedia logistik e- commerce.

Tingkat persaingan penyedia logistik e- commerce sangat tinggi sebab terdiri atas beberapa kelompok pelaku, yaitu perusahaan logistik konvensional yang masuk ke logistik e- commerce, perusahaan logistik e- commerce yang dibangun oleh perusahaan e- commerce, serta perusahaan start- up logistik e- commerce.

Dalam mengalami persaingan, perusahaan logistik e- commerce wajib mengembangkan inovasi proses serta inovasi teknologi termasuk teknologi informasi. Integrasi sistem informasi dibutuhkan untuk peningkatan kecepatan order fulfillment.

Startup logistik dapat bertahan bila bisnis modelnya inovatif. Tidak hanya itu, jasa logistik digital ini juga unggul sebab biaya yang lebih murah tetapi pelayanan optimal. Persaingan di bisnis logistik skala konsumen saat ini memanglah ketat. Mau tidak mau, inovasi layanan logistik juga perlu terus digali. Penggunanaan aplikasi dalam bentuk warehouse management system( WMS) yang terintegrasi dengan transportation management system( TMS) akan terus menjadi diperlukan.

Baca Juga :  Kominfo Dorong Inovasi dan Kemitraan Layanan e- Commerce serta Logistik untuk Perkuat Ekonomi Digital Perdesaan