ALFI Terus Dorong Inovasi dan Kerja sama untuk Penguatan Sektor Logistik Nasional

46

ALFI Terus Dorong Inovasi dan Kerja sama untuk Penguatan Sektor Logistik Nasional

Sepanjang Pandemi Covid- 19 masyarakat mulai bergeser menggunakan platform e- commerce dalam penuhi kebutuhannya. Keberadaan infrastruktur serta platform digital membuka kesempatan untuk masyarakat, paling utama dari perdesaan, menjual produk lewat pasar online. Penjual online dari perdesaan Indonesia bisa menjangkau jutaan pelanggan serta terhubung dengan pelanggan nasional ataupun internasional walaupun tetap berada di desa tinggal mereka.

Oleh karena itu, transformasi digital yang dilakukan oleh sektor logistik ialah suatu keharusan serta dinilai dapat jadi katalis untuk dapat bertahan sampai melakukan berbagai perluasan paling utama selama terjadinya pandemi Covid- 19 sampai saat ini ini.


Oleh karenanya, pelaku bisnis logistik butuh segera menerapkan menyesuaikan diri terhadap pergantian, bila tidak mau di libas perkembangan perdagangan ataupun tuntutan masyarakat serta prilaku konsumen yang kinipun bertransformasi sangat cepat menggunakan digitalisasi.

Asosiasi Logitik dan Forwarder Indonesia( ALFI) dilangsir jurnas. com, terus mendorong langkah Inovasi serta kerja sama dan membangun rantai pasok berbasis digital guna tingkatkan daya saing, jadi hal penting dalam penguatan industri logistik nasion dikala ini serta masa mendatang. kemitraan antara e- commerce serta layanan logistik, paling utama di wilayah perdesaan jadi salah satu pemecahan untuk menciptakan pasar e- commerce Indonesia terus tumbuh serta membuka kesempatan signifikan untuk masyarakat.

Ketua Umum DPP Asosiasi Logitik dan Forwarder Indonesia( ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi berkata, di tengah suasana Pandemi Covid- 19 serta keadaan pasar di Indonesia yang dinamis dikala ini, kerja sama sektor logistik memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian serta Lembaga, seperti Kementerian Perhubungan( Kemenhub), Perindustrian, Perdagangan serta Kementerian Keuangan( Kemenkeu).

“ Semenjak beberapa waktu silam, ALFI terus mendorong serta menjadikan logistik Indonesia lebih kompetitif, dinamis serta inovatif. Kami pula berharap supaya anggota ALFI bisa terus bekerjasama dengan seluruh pihak, sebab kerja sama merupakan kunci buat menjadikan logistik Indonesia yang lebih kompetitif serta inovatif,” ucap Yukki lewat penjelasan tertulisnya yang diterima jurnas. com di Jakarta, Selasa( 28/ 12/ 2021).

Baca Juga :  2022 Tahun Startup, Persaingan Startup di Dunia Logistik Indonesia

Guna mewujudkan perihal tersebut, imbuhnya, ALFI mendorong semua pihak supaya bisa bekerjasama serta menyingkirkan ego sektoral buat meningkatkan ekonomi nasional dan dapat bergerak lebih cepat ke arah pemulihan ekonomi pasca hantaman Pandemi Covid 19 yang melanda nyaris seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia.

Yukki menegaskan, ALFI pula mengapresiasi upaya Pemerintah RI yang terus memperkuat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan perdesaan.

Baginya, hal ini bakal terus menjadi memudahkan transaksi digital yang dilakukan masyarakat sampai ke pelosok- pelosok daerah desa di Indonesia.

Ia menuturkan, sepanjang Pandemi Covid- 19 masyarakat mulai bergeser menggunakan platform e- commerce dalam penuhi kebutuhannya.

Oleh karenanya, pelaku bisnis logistik butuh segera melakukan menyesuaikan diri terhadap perubahan, bila tidak mau di libas perkembangan perdagangan ataupun tuntutan warga serta prilaku konsumen yang kinipun bertransformasi sangat cepat menggunakan digitalisasi.

“ Saat ini ini pola bisnis serta perdagangan juga sudah berganti apalagi industri juga sudah melakukan berbagai transformasi lantaran mereka tidak hanya memandang dari sisi logistik namun supply chain( rantai pasok),” ucap Yukki yang pula Chairman Asean Federation of Forwarder Association( AFFA).

Oleh karena itu, imbuhnya, transformasi digital yang dilakukan oleh sektor logistik ialah suatu keharusan serta dinilai dapat jadi katalis guna dapat bertahan sampai melakukan berbagai ekspansi paling utama sepanjang terbentuknya pandemi Covid- 19 sampai saat ini ini.

“ Perusahaan logistik yang tidak ingin melakukan transformasi itu, akibatnya dapat tutup. Terlebih peluang bisnis perusahaan jasa kirim ataupun e- commerce makin moncer seiring dengan maraknya kegiatan belanja daring masyarakat sepanjang masa Pandemi ini,” tutur Yukki.

Sektor logistik di tengah pandemi Covid 19, jadi tulang punggung untuk sektor lain yang memerlukan distribusi barang.

Baca Juga :  Penjualan Ritel Secara Online Sukses Tumbuhkan Bisnis Logistik

Alasannya, pergantian pola bisnis serta perdagangan, disaat ini juga tidak terlepas dipengaruhi ciri perkembangan masyarakatnya, yang diawali dari generasi sebelumnya sampai generasi disaat ini.

Apalagi, kata Yukki, dalam perkembanganya, kegiatan perdagangan yang menyertakan penjualan barang ataupun penawaran jasa secara langsung kepada konsumen akhir ataupun ritel juga hadapi pergeseran agak masif yaitu dari yang tadinya berupa tradisional ritel jadi modern ritel serta setelah itu terus bergerak jadi small ritel serta apalagi disaat ini cenderung didominasi online ritel.

Yukki mencontohkan, akibat Pandemi Covid- 19 yang diiringi perkembangan digitaliasi diberbagai sektor disaat ini pula sudah cenderung berefek transformasi pada aktifitas bekerja, belajar serta bermain( eSport). Tidak hanya itu mempengaruhi pada kegiatan belanja rumah tangga seperti belanja online bertambah 37%, mengurangi kegiatan di luar rumah( 57%), serta work from home( WFH) naik 41% dari tadinya. Disamping itu juga berakibat pada aktivias peningkatan pemakaian sosial media.

Yukki berkata, ditaksir dari nilai transaksi yang dilakukan secara digital( virtual) di tahun 2025 bakal tumbuh 5- 10% dari ditaksir saat sebelum terdapatnya Covid- 19 cuma 57% serta ditaksir sehabis adanya Covid- 19 meraih 67%.

ALFI juga mengapresiasi upaya Pemerintah RI lewat Kementerian Kominfo yang terus memperkuat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan perdesaan, lewat peyiapan infrastruktur digital dan mendorong inovasi dan kemitraan layanan e- commerce serta logistik.

Bersumber pada data Kementerian Komunikasi dan Informatika( Kominfo), semenjak dini pandemi Covid- 19, di Indonesia terjadi kenaikan jumlah konsumen digital sebesar 21 juta orang, serta 72% berasal dari daerah perdesaan.

Yukki mengakui kalau upaya Pemerintah RI lewat Kominfo itu selaras dengan kemauan pelaku usaha logistik buat memperkuat pengembangan layanan logistik serta eCommerce sampai ke segala daerah di tanah air.

Baca Juga :  ALFI Dukung Upaya Pemerintah Perkuat Peningkatan Ekonomi Digital di Perdesaan

“ Keberadaan infrastruktur serta platform digital membuka kesempatan untuk masyarakat, paling utama dari perdesaan, menjual produk lewat pasar online,” jelas Yukki.

Tadinya, inspektur Jenderal Kementerian Kominfo Doddy Setiadi menyatakan kemitraan antara e- commerce serta layanan logistik bakal mempunyai nilai tambah serta tingkatkan ekonomi digital yang inklusif.

Kementerian Kominfo juga memastikan kalau wilayah perdesaan tidak jauh tertinggal dari pusat ekonomi perkotaan dalam perihal kesiapan infrastruktur serta teknologi.

Pemerintah mendukung tiap elemen bangsa terus produktif mengalami periode sesuaikan diri kebiasaan baru pascapandemi. Oleh sebab itu, Kementerian Kominfo mempersiapkan percepatan transformasi digital selaku upaya strategis yang wajib dilakukan.

Tren pemanfaatan e- commerce memacu kebutuhan layanan logistik yang andal. Oleh sebab itu, Pemerintah memastikan infrastruktur logistik pos Indonesia wajib terintegrasi secara nasional buat menjangkau wilayah yang belum terjangkau serta meminimalkan kesenjangan infrastruktur antara perdesaan serta perkotaan.

“ Trend e- commerce bakal tumbuh baik bila produk yang dijual secara online bisa dikirim ke pelanggan dalam harga serta waktu yang wajar. Sebaliknya saluran logistik pos menawarkan pengiriman ke seluruh dunia dalam jarak dekat buat penjual online di wilayah perdesaan,” jelasnya.

Oleh sebab itu, kemitraan antara e- commerce serta layanan logistik, paling utama di wilayah perdesaan jadi salah satu solusi guna menciptakan pasar e- commerce Indonesia terus berkembang serta membuka kesempatan signifikan untuk masyarakat.

“ Kemitraan tersebut bakal menyertakan kerja sama dalam peningkatan infrastruktur logistik, penguatan layanan point- to- point, serta peningkatan pemenuhan last- mile delivery. Tidak cuma menjangkau seluruh daerah negeri tetapi dapat jadi solusi untuk penjual online di wilayah perdesaan,” ucapnya.