ALI Optimistis Sektor Logistik Tumbuh 2 Digit pada 2022

51

ALI Optimistis Sektor Logistik Tumbuh 2 Digit pada 2022

Pandemi COVID- 19 sudah memukul segala sektor, baik ditataran dalam negeri ataupun secara global. Sektor industri logistik tidak luput dari imbas yang diakibatkannya. Perihal ini mendorong perusahaan di sektor/ industri logistik guna terus berinovasi serta menjalankan operasionalnya secara lebih strategis. Perusahaan penyedia jasa logistik butuh melakukan perencanaan bisnis yang pas terkait pertumbuhan sektor logistik pada tahun 2022. Penguatan serta ekspansi segmentasi pasar bisa dilakukan terhadap beberapa sektor serta kelompok produk ataupun komoditas dengan volume serta tingkat pertumbuhan yang baik. Pelaku bisnis logistik perlu segera melakukan menyesuaikan diri terhadap transformasi. ALI optimistis sektor logistik tumbuh sampai 2 digit pada 2022 yang didasari oleh beberapa alasan.

Asosiasi Logistik Indonesia( ALI) memprediksi beberapa sektor industri termasuk logistik sanggup bertumbuh sampai maksimal 2 digit pada 2022. Ketua Umum ALI Mahendra Rianto yang dilansir bisnis. com menyatakan pertumbuhan volume bisnis untuk winner industry dalam negeri di masa pandemi Covid- 19 seperti farmasi, peralatan medis, logistik, penyedia jasa ICT, Fast Moving Consumer Good ataupun FMCG, e- commerce, serta mid/ last mile logistics diperkirakan maksimal 2 digit.” Meski pada semester kedua tahun 2021 ada kendala kelangkaan container serta naiknya biaya angkutan laut dalam negeri, sebagian industri nasional masih mempunyai ketergantungan yang tinggi dalam bahan baku impor, akibat dari kelangkaan container global mengganggu ketersediaan volume inventori pada sisi pasokan[sourcing],” ucapnya dalam laporan Outlook Supply Chain serta Logistik Indonesia 2022, Rabu( 26/ 1/ 2022).

Baginya, keadaan kelangkaan container serta ketergantungan yang tinggi dalam bahan baku impor tersebut menyebabkan perlambatan pada proses produksi serta berkurangnya kapasitas pasokan barang jadi ke pasar.

Baca Juga :  Soal Darurat Regulasi Logistik, Ini Pendapat Kadin Indonesia

Bukan itu saja, hal ini pula terjadi dengan adanya dampak dari beberapa rencana pelaksanaan regulasi seperti Over Dimension and Over Load( ODOL), penyesuaian harga BBM, serta penerapan standar uji emisi transportasi logistik yang umumnya berpotensi menimbulkan perubahan pada struktur harga pokok barang dalam industri tersebut.” Tidak hanya itu juga terjadi kenaikan biaya inventori. Tentang ini bakal bermuara ke biaya supply chain total yang cenderung lebih tinggi,” tutur Mahendra.

Lebih lanjut dengan mulai masuknya varian Omicron ke Indonesia yang bisa memicu kembali pembatasan kegiatan, ALI memprediksi growth dari winner industry tersebut bakal terus berlanjut dengan tingkatan pertumbuhan yang nyaris sama dengan tahun lalu.

Sedangkan guna pemulihan ekonomi keseluruhan, sambung Mahendra, paling cepat baru bisa dicapai pada 2024. Krisis pandemi Covid- 19 menghalangi pergerakan supply chain global serta nasional. Dalam konteks ini, kendala terhadap aliran barang di tingkat nasional ataupun global tidak bisa dipungkiri. Tetapi layaknya suatu musibah, senantiasa terdapat hikmah yang butuh diambil.” Walaupun secara keseluruhan ada kendala atas pegerakan barang dalam negeri ataupun global, namun ada terdapat bidang- bidang khusus yang malah menikmati keuntungan dari adanya pandemi seperti pelaku e- commerce dan last- mile delivery,” imbuhnya.