Bandara Kertajati Mati Suri, Ini Strategi AP II

43

Bandara Kertajati Mati Suri, Ini Strategi AP II

Bandara Kertajati yang menelan bayaran mencapai Rp 4, 9 triliun tidak lagi melayani penumpang semenjak April 2020. Bandara ini semula dibangun untuk sebagai kegiatan tempat embarkasi serta debarkasi jamaah haji dan umroh namun sepi karena pandemi Covid- 19. Bagaimana nasib bandara ini?

Kementerian Perhubungan( Kemenhub) saat ini berencana melakukan optimalisasi guna Bandar Udara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat melalui beberapa perencanaan supaya bandara bisa berfungsi lebih optimal serta efektif.

Guna menjadikan Bandara Kertajati sebagai pusat logistik dan MRO supaya tidak mati suri, AP II siapkan strategi. Langkah pertama yakni mengembalikan sebagian penerbangan dari Bandar Udara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat ke Bandar Udara Kertajati dengan tujuan guna menata kembali rute penerbangan di kedua bandara tersebut. Tidak hanya itu, juga bisa mengatasi kepadatan di Bandar Udara Husein Sastranegara. Yang kedua, Kemenhub berupaya memaksimalkan konektivitas antara Bandar Udara Kertajati dengan Pelabuhan Patimban. Kedua infrastruktur transportasi ini diharapkan bakal menstimulir arus barang jasa serta logistik di kawasan industri yang ada di Jawa Barat serta sebagian Jawa Tengah.

Dilansir bisnis. com PT Angkasa Pura II atau AP II mendukung arahan Menhub guna menjadikan Bandara Kertajati sebagai pusat logistik dan Maintenance Repair and Overhaul atau MRO. Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menuturkan pengembangan Bandara Kertajati sebagai pusat logistik tepat dilakukan pada tahun ini sejalan dengan tren positif kargo udara selama 2021.“ Ini disaat yang pas mengembangkan Bandara Kertajati sebagai pusat logistik. Sektor angkutan penumpang pesawat masih dalam sesi pemulihan, namun sektor angkutan kargo udara telah menunjukkan hasil positif,” ucapnya lewat siaran pers, Senin( 10/ 1/ 2022).

Baca Juga :  BIJB Kertajati Majalengka Hari Ini Beroperasi Lagi Setelah Mati Suri 2 Tahun

Ia mencontohkan pada selama 2021 pergerakan angkutan kargo di 20 bandara yang dikelola AP II secara kumulatif total menggapai 945. 547 ton ataupun naik cukup signifikan 24, 6 persen dibanding dengan pada 2020. Muhammad Awaluddin menjelaskan peningkatan volume angkutan kargo ini utamanya dipengaruhi bergeliatnya sektor e- commerce.

“ Bandara Kertajati harus sanggup menangkap peluang ini, di mana pada 2022 kami perkirakan volume angkutan kargo bakal terus menjadi tumbuh didorong semakin bergeliatnya sektor e- commerce,” imbuhnya. Awaluddin pula memperkirakan volume angkutan kargo di 20 bandara AP II pada 2022 bisa mencapai total sekitar 1 juta ton. Bandara Kertajati serta bandara- bandara AP II wajib memastikan bisa mengakomodir kebutuhan bersamaan dengan tumbuhnya volume angkutan kargo. Awaluddin menuturkan BIJB sudah mempunyai rencana guna membangun kawasan kargo e- Commerce hub di Bandara Kertajati sebagai sarana mendukung e- Commerce khususnya terkait pengiriman barang/ kargo.

Direktur Utama PT BIJB Muhamad Singgih mengatakan e- Commerce hub di Bandara Kertajati mempunyai luas dekat 68, 4 hektare.“ Bandara Kertajati bakal membangun e- Commerce hub dengan luas kurang lebih 68, 4 hektare serta berkapasitas sampai 500. 000 ton per tahun. Dikala ini telah terdapat rancangan pengembangan guna membangun e- Commerce hub ini,” jelas Muhamad Singgih. Lebih lanjut, Muhamad Singgih menuturkan Bandara Kertajati selaku pusat logistik bakal menunjang kawasan Rebana Metropolitan sebagai motor pertumbuhan ekonomi di wilayah Timur Laut Jawa Barat. Pada kesempatan yang sama, Menhub juga meminta supaya pengembangan MRO yang dilakukan di Bandara Kertajati mengedepankan terobosan, inovasi serta teknologi terkini.“ Harus terdapat terobosan dalam pengembangan MRO,” jelas Menhub. Bandara Kertajati sendiri tengah mengeksplorasi bermacam kesempatan tercantum kerja sama dengan PT GMF AeroAsia Tbk guna menghadirkan layanan MRO yang inovatif, optimal serta sesuai standar global. Menhub pula menyarankan supaya pengembangan MRO dilakukan di atas apron eksisting. Adapun salah satu rencana pengembangan MRO yang mengedepankan inovasi serta teknologi terkini yaitu dengan membangun inflatable structure hangar di apron eksisting Bandara Kertajati. Seluruh stakeholder berkolaborasi dalam mendorong pengembangan Bandara Kertajati. Seperti diketahui, Bandara Kertajati dipunyai oleh PT Bandara Internasional Jawa Barat( BIJB) yang mayoritas sahamnya dipegang oleh Pemprov Jawa Barat( 83, 20 persen), kemudian PT Angkasa Pura II sebesar( 14, 62 persen), Koperasi Jabar( 1, 54 persen) serta PT Jasa Sarana( 0, 64 persen). Adapun AP II pula berperan sebagai operator Bandara Kertajati.

Baca Juga :  ALI Optimistis Sektor Logistik Tumbuh 2 Digit pada 2022