Begini Persiapan Pelabuhan Tanjung Priok Percepat NLE

48

Begini Persiapan Pelabuhan Tanjung Priok Percepat NLE

Dengan sudah ditetapkannya Instruksi Presiden RI No 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional, Kementerian/ Lembaga terkait mesti mengambil langkah- langkah yang dibutuhkan sesuai tugas dan fungsi secara terkoordinasi dan terintegrasi guna melaksanakan penataan tersebut.

Penataan yang dilakukan yakni melalui kolaborasi K/ L terkait melalui National Logistic Ecosystem( NLE) yang didukung oleh platform yang menghubungkan proses logistik end- to- end yang memungkinkan proses logistik nasional yang efisien. NLE bakal berkolaborasi dengan sistem logistik yang sudah ada serta berintegrasi dengan fase logistik yang belum didukung sistem logistik.

Lewat penataan ini diharapkan bisa tingkatkan kinerja logistik nasional, memperbaiki iklim investasi, serta tingkatkan daya saing perkenomian nasional. Perlunya terus dilakukan pengembangan sistem digitaliasi pelabuhan baik perizinan ataupun layanan kepelabuhanan guna menata ekosistem logistik nasional. Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok mengakselerasi program NLE dengan mempersiapkan rencana kerja 2022.

Dilangsir bisnis. com, Kementerian Perhubungan mengakselerasi program guna dapat mendukung Ekosistem Logistik Nasional atau National Logistic Ecosystem( NLE). Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok Wisnu Handoko menarangkan dalam rencana kerja( outlook) 2022 bakal berupaya mengembangkan Terminal Booking serta Return Cargo( TBRC) untuk payment, receiving impor serta ekspor, booking online, truck check, receipt slip sehingga ke depannya bakal lebih tertata serta lebih baik sehingga Tanjung Priok dapat lebih cepat dalam mendukung Nasional Logistic System( NLE).

” Perihal ini nantinya bakal terkolaborasi dengan komunitas logistik yang lain,” ucapnya, Selasa( 18/ 1/ 2022).

Wisnu menarangkan terdapat beberapa sistem pelayanan yang sudah berjalan di Pelabuhan Tanjung Priok serta beberapa hal yang jadi fokus pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi( WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih serta Melayani( WBBM) di Pelabuhan Tanjung Priok.

GM Pelindo( Persero) Regional 2 Cabang Tanjung Priok Silo Santoso menyatakan realisasi pencapaian mengenai kapal, barang, serta penumpang di Pelabuhan Tanjung Priok. Ia menyampaikan pada 2021 ini pergerakan kapal di Pelabuhan hadapi kenaikan 4, 89 persen dibanding dengan pada 2020. Sedangkan itu, Gross Tonnage( GT) hadapi penyusutan 6, 09 persen. Penyusutan GT yang signifikan terjadi di kapal- kapal luar negeri, perihal ini disebabkan keadaan pandemi yang masih terjadi serta pemulihan ekonomi yang belum pulih sepenuhnya.

Baca Juga :  Upaya Pelindo Tekan Biaya Logistik Setelah Merger

Ada pula pergerakan barang di Pelabuhan Tanjung Priok alami kenaikan baik yang peti kemas ataupun yang non peti kemas, sebaliknya untuk penumpang yang lewat Pelabuhan Tanjung Priok bertambah baik yang embarkasi ataupun debarkasi. Hal ini disebabkan meningkatnya animo masyarakat dalam memakai transportasi laut( kapal penumpang).

” Kita berharap tahun ini dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi,” jelasnya.

Tercatat sampai awal Januari 2022 telah tembus hampir 7. 000- an pemegang STID di Pelabuhan Tanjung Priok. Sebaliknya perusahaan yang sudah disetujui permohonan melakukan aktivitas usaha( PMKU) sebanyak 320 perusahaan. Keadaan TKBM di Priok pula dinilaincukup kondusif hingga disaat ini.

Hasil Pleno TKBM dari pendaftaran TKBM 2021 di Pelabuhan Priok berjumlah 2. 213 TKBM baik yang berusia di dasar 50 tahun ataupun di atas 50 tahun.

Berikutnya, jumlah industri pelayaran yang beraktifitas di pelabuhan Priok menggapai 248 industri, keagenan kapal 94 industri, 106 Industri Bongkar Memuat( PBM), 178 Industri Jasa Pengurusan Transportasi( JPT) serta 566 Industri Trucking.