Harapan Pelaku Logistik Setelah Patimban Resmi Dikelola oleh Swasta

50

Harapan Pelaku Logistik Setelah Patimban Resmi Dikelola oleh Swasta

Pelaku usaha logistik menaruh harapan supaya pengembangan Pelabuhan Patimban dilakukan sesudah adanya penyerahan pengelolaan aset oleh Kementerian Perhubungan kepada pihak swasta, yaitu PT Pelabuhan Patimban Internasional( PPI). Dengan pengelolaan oleh swasta, pengembangan pelabuhan Patimban diharapkan dapat lebih maksimal dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan menekan biaya logistik nasional.

Pelabuhan Patimban merupakan Pelabuhan Utama serta merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang direncanakan guna melayani aktivitas bongkar muat kendaraan serta petikemas yang diselenggarakan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Patimban sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No PM 71 Tahun 2021.

Pelaku usaha logistik menaruh harapan supaya pengembangan Pelabuhan Patimban dilakukan sesudah adanya penyerahan pengelolaan aset oleh Kementerian Perhubungan kepada pihak swasta, yaitu PT Pelabuhan Patimban Internasional( PPI). Ketua DPW ALFI Jawa Barat M Nuh Nasution yang dilangsir bisnis. com mengatakan, pengembangan Pelabuhan Patimban oleh swasta diharapkan dapat lebih maksimal dalam mendongkrak perkembangan ekonomi, dan menekan biaya logistik nasional.“ Pemerintahan Presiden Joko Widodo disaat ini lagi fokus menciptakan biaya logistik nasional dapat lebih efektif, sehingga komoditi nasional berdaya saing. Untuk itu, stakeholders Pelabuhan Patimban wajib mendukung upaya tersebut,” ucapnya, dilansir dari bisnis. com Pekan( 19/ 12/ 2021). Baginya, Pelabuhan Patimban yang saat ini dikelola swasta dilakukan sebab dibutuhkan kompetisi pelabuhan yang dikelola secara profesional.

“ Jika bicara Pelabuhan Patimban itu industri pendukungnya[Hinterland] terdapat di Jawa Barat serta sekitarnya. Hinterland ini pula yang selama ini merupakan kontribusi terbesar di Pelabuhan Tanjung Priok. Intinya, ke depan soal hinterland ini butuh terdapat kolaborasi sebab berkaitan dengan pergeseran sikap aktivitas logistik yang tadinya di Priok ke Patimban,” terangnya.

Pelabuhan Patimban sendiri merupakan pelabuhan utama serta ialah salah satu proyek strategis nasional yang direncanakan guna melayani aktivitas bongkar muat kendaraan serta peti kemas yang diselenggarakan oleh Kantor Kesyahbandaran, dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Patimban sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No 71/ 2021. Tadinya, Kementerian Perhubungan secara resmi menyerahkan pengelolaan Terminal Kendaraan( Car Terminal) kepada PT Pelabuhan Patimban International( PPI), setelah sebelumnya dioperasikan sementara oleh Kemenhub lewat penugasan kepada PT Pelindo.

Baca Juga :  Terbatasnya Slot Kapal Masih Bakal Jadi Hambatan Ekspor dan Prospek Logistik 2022

Penyerahan tersebut ditandai dengan kegiatan Penandatanganan perjanjian pemanfaatan barang milik negeri melalui Kerja Sama Penyediaan Infrastruktur( KSPI) Proyek KPBU Pelabuhan Patimban. Penandatanganan tersebut dilaksanakan oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut Arif Toha serta Direktur Utama PT Pelabuhan Patimban Internasional, yang dilanjutkan dengan Berita Acara Serah Terima Aset KPBU Pelabuhan Patimban antara Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Patimban dengan Direktur Utama PT Pelabuhan Patimban Internasional. Setelah itu dilakukan penandatanganan Berita Acara Tanggal Efektif KPBU antara Direktur Jenderal Perhubungan Laut dan Direktur Utama PT Pelabuhan Patimban. Serah terima peninggalan itu merupakan tindak lanjut dari KPBU Pelabuhan Patimban antara Kementerian Perhubungan selaku Penanggung Jawab Proyek dan PT Pelabuhan Patimban Internasional selaku Badan Usaha Pelaksana yang sudah ditandatangani pada Maret 2021 lalu.