Inbreng Saham Pelindo Tuntas, Indonesia Kendaraan Terminal( IPCC) Siap Tancap Gas

43

Inbreng Saham Pelindo Tuntas, Indonesia Kendaraan Terminal( IPCC) Siap Tancap Gas

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk( IPCC) siap tancap gas setelah selesainya proses pengalihan ataupun inbreng saham dari PT Pelabuhan Indonesia( Pelindo) kepada subholding PT Pelindo Multi Terminal resmi pada 3 Januari 2022. Adanya integrasi Pelindo bisa tingkatkan konektivitas serta standarisasi pelayanan pelabuhan, guna mendukung penurunan biaya logistik nasional dan mendorong pertumbuhan serta pemerataan ekonomi nasional.

Sebelumnya, pemerintah sudah menggabungkan saham Pelindo I sampai Pelindo IV pada 1 Oktober 2021 serta menghasilkan satu entitas besar ialah Pelindo. Lewat hasil penggabungan tersebut, dibentuklah struktur organisasi perusahaan, di mana terdiri dari 4 regional yang terdiri dari beberapa cabang serta pembentukan entitas baru selaku sub- holding yang membawahi beberapa anak usaha dari eks- Pelindo I sampai Pelindo IV.

IPCC berada pada klaster Non Peti Kemas dengan PT Pelindo Multi Terminal selaku entitas baru sub- holding. Dengan demikian, pemegang saham mayoritas IPCC ialah subholding Pelindo Multi Terminal. IPCC merupakan anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II( Persero) atau Indonesia Port Corporation( IPC), yang memberikan jasa pelayanan terminal kendaraan yang meliputi stevedoring, cargodoring, receiving, serta delivery. IPCC tidak cuma sediakan jasa terminal untuk mobil, tetapi juga buat alat berat, truk, bus, serta suku cadang.

Direktur Utama Indonesia Kendaraan Terminal Rio T. N Lasse dilangsir investor. id menyampaikan apresiasi serta harapannya pasca terjadinya inbreng saham tersebut di mana bakal membantu serta menguatkan posisi IPCC dalam melakukan ekspansi di sejumlah pelabuhan, khususnya pelabuhan yang sebelumnya dipunyai oleh Pelindo I, III, IV.

“ Kami, manajemen IPCC, pastinya menyambut baik serta mendukung terintegrasinya antar- Pelindo yang saat ini menjadi keluarga besar di bawah Pelindo selaku holding,” kata Rio dalam penjelasan resmi yang dilangsir bisnis.com pada Senin( 10/ 1).

Adanya pengklasteran pada Pelindo, cerah Rio, juga bisa membantu menguatkan posisi IPCC untuk bisa bekerja sama dengan sejumlah pelabuhan yang jadi incaran.

Baca Juga :  Pacu Kinerja Kapal Tol Laut, Menhub Meminta Waktu Sandar Dipercepat

“ Pasca- inbreng saham tuntas, support dari subholding bakal membantu kami dalam merealisasikan sejumlah ekspansi serta kerja sama tersebut,” ungkap Rio,

Selain itu, tambah ia, adanya integrasi Pelindo juga bisa meningkatkan konektivitas serta standarisasi pelayanan pelabuhan guna mendukung penurunan biaya logistik nasional dan mendorong pertumbuhan serta pemerataan ekonomi nasional.

Imbas dari adanya merger memberikan kemudahan akses dalam mendekati maupun penjajakan kerja sama bisnis dengan beberapa cabang tersebut. Perihal ini sebab semua cabang serta anak perusahaan sudah berada dalam satu komando di bawah arahan Pelindo. Rio mengatakan, dalam arahan Pelindo kalau buat menciptakan konektivitas antar wilayah hingga dimungkinkan terdapatnya kolaborasi di antara cabang serta anak perusahaan di bawah Pelindo.

Tidak cuma itu, Rio juga mengujarkan kalau pencapaian tahun 2021 yang makin menunjukan pemulihan serta pasca- terintegrasinya Pelindo memberikan semangat untuk IPCC untuk terus menggapai pencapaian terbaiknya pada 2022. Beberapa strategi penjajakan kerja sama, khususnya di dalam internal Grup Pelindo tengah dilakukan.

Di bawahnya, jelas Rio, Pelindo ada 4 wilayah regional yang masing- masing ada cabang pelabuhan milik Pelindo. Regional 1 ada 15 cabang pelabuhan. Regional 2 ada 12 cabang pelabuhan. Regional 3 paling banyak ada 40 cabang pelabuhan. Serta, regional 4 ada 28 cabang pelabuhan. Total terdapat 95 cabang pelabuhan.

“ Dengan melihat banyaknya cabang tersebut pasti jadi potensi pasar yang dapat digarap serta dikerja- samakan dengan IPCC, khususnya buat pelabuhan yang jadi terminal roro,” papar Rio.

Ia menambahkan, untuk tahun 2022 ini IPCC merasa optimistis kerja sama dengan beberapa pelabuhan secara bertahap bisa selekasnya direalisasikan.