Jelang Imlek, Ekspor- Impor Terkerek Tinggi

44

Jelang Imlek, Ekspor- Impor Terkerek Tinggi

Pelaku usaha pelayaran dan logistik nasional optimistis lalu lintas barang ekspor impor dan domestik bertambah terus sampai menjelang hari raya Imlek 2022 dengan volume yang lebih besar dibanding dengan tahun sebelumnya. Kegiatan ekspor- impor pada awal tahun menggeliat lagi didorong oleh momentum hari raya Imlek

Ketua Umum Indonesian National Shipowners’ Association( INSA) Carmelita Hartoto menuturkan pergerakan barang menjelang perayaan tahun baru Cina pada biasanya yakni barang consumer good.

Pola lalu lintasnya, kata ia, juga sama dengan pola distribusi logistik yang lain, ialah dari loading port Tanjung Priok serta Tanjung Perak ke pelabuhan lain di Indonesia.

“ Pergerakan arus barang jelang imlek umumnya melonjak semenjak menjelang Natal. Bersamaan dengan Natal serta akhir tahun yang memanglah senantiasa berdekatan setiap tahunnya,” ucapnya, Selasa( 24/ 1).

Carmelita optimistis kalau arus pergerakan barang pada awal tahun ini bakal lebih besar dibanding dengan pada tahun lalu. Hal tersebut sebab permasalahan penularan Covid- 19 secara nasional yang menurun.

Untuk distribusi dalam negeri, Carmelita menuturkan jenis komoditas yang sangat banyak diangkut yakni consumer goods, produk makanan minuman serta yang lain.

Kebalikannya, pergerakan lalu lintas impor secara khusus merupakan produk yang umumnya ditemui di beberapa pusat perbelanjaan serta pasar tradisional. Khusus buat aksesoris Imlek tidak banyak dilakukan impor lantaran sudah banyak produksi dalam negeri.

Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik serta Forwarder Indonesia( ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi jua memperkirakan kegiatan ekspor- impor pada awal tahun menggeliat lagi didorong oleh momentum hari raya Imlek.

Sejauh ini pertumbuhan kegiatan ekspor- impor sudah mulai dirasakan semenjak memasuki awal 2022.” Jadi harapannya masih optimistis pada 2022 ini dapat senantiasa tumbuh. Dan ini diprediksi bakal terus berlangsung sampai hari raya Imlek,” ucapnya.

Baca Juga :  Pos Indonesia Yakin Volume Ekspor Tahun Ini Tumbuh 15 Persen

Indikator pertumbuhan ekspor yang terjadi semenjak awal Januari 2022 ialah kepadatan kegiatan di beberapa pelabuhan di Indonesia. Apalagi, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta nyaris tiap harinya jalur distribusi tidak luput dari kemacetan.

” Berlandaskan informasi yang diperoleh ALFI, pelabuhan yang lain seperti di Semarang Jawa Tengah, Surabaya Jawa Timur, Belawan Sumut serta Makassar pula cenderung hadapi peningkatan kegiatan ekspor ataupun impor menjelang Imlek,” ucap Yukki.

Sayanganya, pergerakan kegiatan ekspor masih dihadapkan kepada hambatan biaya logistik yang cukup tinggi di tujuan Amerika Serikat ataupun Eropa, sebab terkendala slot kapal container semenjak tahun lalu.

Apabila ongkos pengapalan container ekspor terus hadapi kenaikan serta tidak dapat dikendalikan seperti disaat ini, Yukki memprediksi perihal itu bakal berdampak negatif untuk kelangsungan perdagangan secara global.

Data Badan Pusat Statistik( BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia Januari–Desember 2021 mencapai US$231, 54 miliyar ataupun naik 41, 88% dibanding dengan periode yang sama 2020. Perihal serupa juga berlaku di ekspor nonmigas 2021 yang mencapai US$219, 27 miliyar ataupun naik 41, 52%.

Berdasarkan sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari—Desember 2021 naik 35, 11% dibanding dengan periode yang sama 2020. Demikian pula ekspor hasil pertanian naik 2, 86% serta ekspor hasil tambang serta yang lain naik 92, 15%.

Ada pula menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbanyak pada Januari–Desember 2021 berasal dari Jawa Barat senilai US$33, 86 miliyar( 14, 62%), diiringi Kalimantan Timur US$24, 32 miliyar( 10, 50%) serta Jawa Timur US$23, 00 miliyar( 9, 94%).

Adapun 3 negara pemasok barang impor nonmigas terbesar sepanjang Januari–Desember 2021 yaitu Cina US$55, 74 miliyar( 32, 66%), Jepang US$14, 61 miliyar( 8, 56%), serta Thailand US$9, 08 miliyar( 5, 32%).

Baca Juga :  ALI Optimistis Sektor Logistik Tumbuh 2 Digit pada 2022

Sementara itu, Managing Director MSC Indonesia Dhany Novianto menilai pergerakan ekspor Indonesia menjelang Imlek tidak banyak berubah dibanding dengan bulan sebelumnya.

Tetapi momentum ini perlu dimanfaatkan oleh eksportir buat ekspor sebanyak banyaknya, sebab Cina akan hadapi masa libur selama 2 minggu.“ Serta ruang kapal bakal dikonsentrasikan ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia.”

sumber : bisnis.com