Jika Pungli Masih Ada Dimana- mana, Jangan Harap Indonesia Bebas Truk ODOL

50

Jika Pungli Masih Ada Dimana- mana, Jangan Harap Indonesia Bebas Truk ODOL

Kementerian Perhubungan( Kemhub) terus berupaya guna mewujudkan Indonesia Bebas Over Dimension dan Over Loading( ODOL) 2023 mendatang. Rendahnya kedisiplinan para pengemudi truk pengangkut barang untuk menimbang muatan dapat mengakibatkan angka kecelakaan, Oleh sebab itu Kementrian perhubungan darat mengoperasikan teknologi bernama Weigh In Motion( WIM). Disebabkan banyaknya truk yang over loading( ODOL) menyebabkan rusaknya jalan serta jembatan. WIM ialah alat yang digunakan untuk mengukur berat kendaraan khususnya angkutan barang. Prinsip kerja piranti yang ditanam di jalur beton ini nyaris sama dengan alat pengukur berat angkutan yang biasa ditemui di tiap UPPKB ataupun jembatan timbang.

Truk ODOL( Over Dimension Over Load) masih jadi salah satu penyakit utama di jalanan Indonesia. Tetapi pemberantasan truk obesitas itu terasa sangat tidak mudah. Salah satu penyebabnya sebab fenomena pungutan liar( pungli) masih kerap terjadi.

Kasus kelebihan ukuran serta kelebihan muatan pada angkutan barang ataupun biasa disebut over dimension over load ialah permasalahan yang sudah terjadi sejak lama. Kasus ODOL memberi imbas luar biasa, mulai jadi salah satu pemicu kecelakaan lalu lintas, membuat infrastruktur jalan, jembatan, serta pelabuhan rusak, sampai memunculkan polusi udara, dan menimbulkan ketidakadilan dalam usaha pengangkutan logistik.

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegija pranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat, Djoko Setijowarno, menilai truk ODOL bakal susah diberantas bila penanganannya hanya setengah- setengah.

Bagi Djoko, disaat ini masih terdapat perusahaan karoseri truk nakal yang menerima order untuk menambahkan kapasitas truk( over dimensi). Hingga harusnya perlu dilakukan pendataan serta ditertibkan. Bila masih berulang, upaya tindakan hukum wajib dilanjutkan.

Baca Juga :  Kemenhub Potong Ribuan Truk ODOL yang Melanggar

“( Selain itu) masih terdapat asosiasi logistik belum menerima alias menolak rencana Zero Truk ODOL Januari 2023, dengan bermacam alasan. Padahal asosiasi logistik selama ini telah menikmati keuntungan yang berlebih atas bisnisnya. Sebaiknya, asosiasi logistik ikut mendukung program ini,” terang Djoko dalam penjelasan resminya yang di langsir detik. com.

Lanjut Djoko menambahkan, di Indonesia terkesan kalau peraturan banyak dibuat hanya sebagai ladang pungutan liar untuk oknum petugas di lapangan. Kebijakan Zero Truk ODOL diucap Djoko tidak bakal tercapai entah hingga tahun berapa pun, bila hanya terjadi saling menyalahkan saja.

” Dalam berbagai kesempatan saling menyalahkan, membuat pihak regulator serta operator saling curiga, tidak terdapat saling kepercayaan serta selalu saling mempersiapkan kuda- kuda untuk bertarung.”

” Sebab effort yang diberikan selama ini tidak pada akar rumput, tetapi memanglah dibuat saling gigit, regulator menggigit pengusaha truk, artinya supaya pengusaha truk menggigit pemilik barang dan perihal itu tidak bisa jadi terjadi. Sebab pengusaha truk serta pemilik barang merupakan satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan dalam hal penertiban truk ODOL,” sambung Djoko.

” Di Indonesia yang tadinya bagaikan di hutan belantara sebab terjadi pembiaran dalam banyak hal semenjak 1945 dan banyak kesalahan yang telah kronis, dan dikira benar, bila ingin dibereskan secara mendadak, memanglah perlu effort yang luar biasa,” bilang Djoko.