Kinerja Bongkar Muat IPCC Cemerlang, Ekspor Impor Kendaraan Naik

48

Kinerja Bongkar Muat IPCC Cemerlang, Ekspor Impor Kendaraan Naik

Meningkatnya sejumlah kegiatan di industri komoditas ikut berdampak pada meningkatnya permintaan akan Alat-alat Berat. Keadaan tersebut turut berdampak positif pada aktifitas bongkar muat di Terminal IPCC. Peningkatan aktifitas operasional dan pengembangan bisnis IPCC diharapkan bisa dipandang positif oleh pelaku pasar.

Emiten grup Pelindo, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) mencatatkan kinerja operasi cemerlang sepanjang 2021. Sejumlah ekspansi pun bakal dieksekusi pada 2022.

Sekretaris Perusahaan Indonesia Kendaraan Terminal Sofyan Gumelar menerangkan meningkatnya sejumlah kegiatan di industri komoditas turut berdampak pada meningkatnya permintaan akan Alat-alat Berat.

“Kondisi-kondisi ini pun turut berdampak positif pada aktifitas bongkar muat di Terminal IPCC. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah kendaraan yang dilayani di Terminal Perseroan,” ujarnya dilangsir bisnis.com, Kamis (3/2/2022).

Jumlah bongkar muat CBU ekspor sepanjang 2021 naik 25,79 persen (YoY) menjadi 290.277 unit dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya. Peningkatan ini diikuti dengan jumlah impor CBU yang naik 41,47 persen (YoY) menjadi 47.011 unit dari tahun sebelumnya.

Kondisi yang sama juga terjadi pada Alat Berat yang naik 56,65 persen (YoY) menjadi 2.851 unit untuk ekspor dan impor naik 145,79 persen (YoY) menjadi 6.747 unit di tahun 2021.

“Meski kinerja laporan keuangan full year belum bisa dirilis sebab masih dilakukan review oleh manajemen dan auditor. Perseroan melihat situasi sepanjang sembilan bulan 2021 yang mengalami turn around maka diperkirakan secara full year akan jauh lebih baik diperbandingkan dengan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Dari sisi operasional dan pengembangan bisnis, adanya penggabungan antar Pelindo turut berdampak positif pada potensi kinerja Perseroan.

Beberapa pengembangan sedang dilakukan oleh IPCC, diantaranya perluasan lahan di area eks-DKP di daerah Tanjung Priok berbatasan dengan lahan penumpukan seluas 1,89 ha; lalu, kerjasama pengoperasian pelabuhan lain yang masih dalam Pelindo Group di luar

Baca Juga :  Deretan Fakta Mengejutkan Pelabuhan Patimban, Mega Proyek Bernilai Puluhan Triliun

Terminal yang sudah dioperasikan oleh IPCC. Terminal Belawan, Medan menjadi terminal baru yang dioperasikan pada awal Januari tahun ini.

Berikutnya, penjajakan tengah dilakukan dengan Terminal di Surabaya, Makasar, Balikpapan, dan lainnya yang bisa dijadikan hub Terminal Kendaraan.

Berikutnya, pendekatan dengan sejumlah Automaker untuk tak hanya terlayani dari sisi layanan penumpukan tetapi juga bisa dilayani layanan bongkar muat oleh IPCC.

Selanjutnya, juga pengembangan digitalisasi IT sehingga terkoneksi sistem antara IPCC melalui Autogate System hingga billing system dan payment gateway; sistem para pabrikan otomotif; hingga sistem di kepabeanan guna keperluan administrasi pelaporan.

“Diharapkan peningkatan kegiatan operasional dan pengembangan bisnis IPCC bisa dipandang positif oleh pelaku pasar. Adanya penurunan saham IPCC yang tak sejalan dengan kondisi riil fundamental bisa dimanfaatkan untuk kembali masuk berinvestasi pada saham Perseroan,” ujarnya.