Resmi Dikelola Swasta, Patimban Langsung Layani Ekspor Perdana Kendaraan ke Filipina

46

Resmi Dikelola Swasta, Patimban Langsung Layani Ekspor Perdana Kendaraan ke Filipina

Sesudah resmi diserahkan, Pelabuhan Patimban langsung melayani ekspor perdana sebanyak 1. 209 unit kendaraan ke Filipina, memakai Kapal MV. Fujitrans berbendera Liberia berdimensi 27. 286 Gross Ton( GT). Tidak hanya melayani aktivitas ekspor- impor kendaraan, keberadaan Pelabuhan Patimban pula diharapkan sanggup menggerakkan ekonomi sektor UMKM, sektor pertanian, industri kreatif serta sektor yang lain sehingga produk lokal sanggup bersaing di pasar global.

Pengelolaan Terminal Kendaraan( Car Terminal) Pelabuhan Patimban secara formal diberikan kepada PT Pelabuhan Patimban International( PPI), setelah sebelumnya dioperasikan sementara oleh Kementerian Perhubungan lewat penugasan kepada PT Pelindo. Setelah resmi diserahkan, Pelabuhan Patimban langsung melayani ekspor perdana sebanyak 1. 209 unit kendaraan ke Filipina, memakai Kapal MV. Fujitrans berbendera Liberia berdimensi 27. 286 Gross Ton( GT). Menteri Perhubungan( Menhub) Budi Karya Sumadi yang dilansir dari bisnis. com menuturkan kapal tersebut sudah bersandar di Pelabuhan Patimban semenjak Kamis( 16/ 12/ 2021) jam 10. 00 Wib. Kapal tersebut bawa sebanyak 84 unit kendaraan impor dari Jepang serta direncanakan bakal berangkat pada Jumat( 17/ 12/ 2021) jam 20. 00 Wib.

” Saya atas nama pemerintah mengucapkan selamat kepada PPI yang saat ini selaku operator Pelabuhan Patimban, dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha[KPBU],” kata Menhub, dikutip dari bisnis.coJumat( 17/ 12/ 2021).

Menhub mengatakan, sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, pembangunan Pelabuhan Patimban dilakukan dalam rangka meningkatkan indeks logistik nasional, dan bekerjasama dengan Pelabuhan Tanjung Priok guna sebagai hub baru yang mempunyai daya saing di kawasan Asia Tenggara. Baginya, sebagai simbol kerja sama Indonesia serta Jepang, kerja sama PPI dan Toyota Tshusho diharapkan bisa meningkatkan pelayanan ekspor- impor kendaraan jadi lebih baik serta kompetitif kedepannya.

Baca Juga :  Kemenhub Tambah Angkutan Udara Perintis Tahun Ini

” Saya berharap kehadiran Pelabuhan Patimban bisa menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis ekspor kendaraan yang bisa tingkatkan industri otomotif nasional,” ucap Budi. Lebih lanjut Budi menuturkan, tidak hanya melayani aktivitas ekspor impor kendaraan, keberadaan Pelabuhan Patimban pula diharapkan sanggup menggerakkan ekonomi sektor UMKM, sektor pertanian, industri kreatif serta sektor yang lain sehingga produk lokal sanggup bersaing di pasar global. Sementara itu Direktur Utama PPI Fuad Rizal mengaku mulai disaat ini pihaknya bertanggung jawab mempersiapkan seluruh operasi pelabuhan. PPI membangun kerja sama dengan konsorsium Jepang guna mengoperasikan terminal kendaraan. Semenjak 16 Desember 2021, sambungnya, PPI sudah resmi bekerja sama dengan PT Patimban International Car Terminal untuk mengoperasikan terminal kendaraan.

Pelabuhan Patimban merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional( PSN), yang mempunyai peran penting dalam menunjang perkembangan perekonomian di daerah Jawa Barat dan juga secara nasional. Pelabuhan Patimban bakal jadi cikal bakal kawasan industri serta perkotaan baru di Jabar bernama Rebana( Cirebon, Subang, Patimban serta Kertajati) Metropolitan, yang meliputi 6 kabupaten serta satu Kota Cirebon, dengan jantung perkembangan kawasan Pelabuhan Patimban serta Lapangan terbang Kertajati.

Dibangun semenjak 2018, dikala ini pembangunannya sudah memasuki Tahap 1- 2( 2021- 2023) yang meliputi pembangunan terminal peti kemas dengan kapasitas 3, 75 juta TEUs serta terminal kendaraan dengan kapasitas total hingga dengan 600. 000 CBU dan Terminal RoRo 200 m.

Ada pula di dalam area pelabuhan terdapat sarana pelabuhan seperti dermaga peti kemas( 421, 025m x 34, 2m), dermaga kendaraan( 308, 6m x 33m), perpanjangan trestle( 333, 1m), lapangan penyimpanan kendaraan( kapasitas 218. 000 CBU), lapangan penumpukan peti kemas( kapasitas 250. 000 TEUs), zona reklamasi( 60 Ha), pengerukan kolam(- 10 meter), jalan pelabuhan dan gedung administrasi.

Baca Juga :  Angkasa Pura Logistik Ungkap Lelang Ruang Kapal yang Menyulitkan Aktifitas Logistik