SCI Prediksi Logistik 2022 Tumbuh Tipis, Pelaku Usaha Diminta Waspada

63

Supply Chain Indonesia (SCI) memprediksikan kontribusi sektor logistik terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia terkontraksi sebesar 2,03 persen tahun ke tahun. Untuk itu terhadap para pelaku usaha dipinta mewaspadai sejumlah tantangan seiring dengan proyeksi pertumbuhan tipis sektor ini pada 2022. Prediksi tersebut dilakukan jikalau melihat data informasi  Badan Pusat Statistik (BPS) hingga kuartal III 2021. 

Chairman SCI Setijadi mengatakan perusahaan penyedia jasa logistik perlu menjalankan perencanaan bisnis yang pas berkaitan dengan pertumbuhan tipis sektor logistik pada 2022. Penguatan dan perluasan segmentasi pasar bisa dijalankan kepada sebagian sektor dan kategori| produk atau komoditi dengan volume dan tingkat pertumbuhan yang bagus. Ia bahkan memproyeksikan kinerja sektor logistik pada 2022 juga didukung oleh {performa|daya kerja} ekspor-impor yang terus membaik selama 2021. Pada November 2021, tercatat dari data BPS peningkatan {poin|skor} ekspor sebesar 49,70 persen tahun ke tahun dan peningkatan nilai impor sebesar 52,62 persen tahun ke tahun.

“Perusahaan penyedia jasa logistik juga wajib mencermati perubahan sosial dan pola bisnis yang mempengaruhi operasional logistik seperti sharing economy, logistics marketplaces, dan omnichannel logistics,” ujar Setijadi yang termuat dalam pernyataan tertulisnya, Ahad (19/12) yang dimuat republika.co.id beberapa hari yang  lalu.

Selain itu, menurutnya beragam perkembangan teknologi berkaitan perlu dicermati dan dimanfaatkan. Beberapa diantaranya seperti big data analytics, artificial intelligence, internet of things, block chain, cloud logistics, serta robotics & automation.

“Secara internal, perusahaan diperlukan meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional dengan peningkatan kapabilitas proses, pemanfaatan teknologi, dan kompetensi SDM,” ucap Setijadi.

SCI memprediksikan pada kontribusi sektor logistik transportasi dan pergudangan termasuk kurir terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)  Indonesia sampai akhir 2021 diprediksi senilai sebesar Rp676 triliun atau terkontraksi sebesar 2,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Baca Juga :  Pos Indonesia Yakin Volume Ekspor Tahun Ini Tumbuh 15 Persen

Setijadi menuturkan menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) {sampai} kuartal III/2021, SCI juga memprediksi kontribusi sektor tersebut pada 2022 senilai Rp699,1 triliun atau ada pertumbuhan sebesar 1,08 persen tahun ke tahun.

Untuk subsektor transportasi, SCI memperkirakan bahwa kontribusi terhadap PDB tahun 2021 sebesar Rp 548,8 triliun atau ada terkontraksi sebesar 1,36 persen tahun ke tahun dan pada tahun 2022 sebesar Rp 568,6 triliun atau tumbuh sebesar 1,15 persen tahun ke tahun.

Sementara untuk subsektor pergudangan, SCI memperkirakan kontribusi kepada PDB tahun 2021 sebesar Rp127,2 triliun atau terkontraksi sebesar 5,54 persen tahun ke tahun lalu pada tahun 2022 sebesar Rp 130,4 triliun atau tumbuh sebesar 0,71 persen tahun ke tahun.

Setijadi membeberkan pertumbuhan sektor logistik 2022 akan ditunjang terlebih oleh performa sektor industri pengolahan, khususnya non-migas, diikuti oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan; sektor perdagangan; sektor konstruksi; serta sektor pertambangan. “Kinerja sektor logistik pada 2022 juga ditunjang oleh kinerja ekspor impor yang terus membaik selama tahun 2021,” jelas Setijdi. 

Pada 2021, kontributor industri pengolahan non-migas merupakan industri makanan dan minuman (sebesar 38,4 persen), {ditiru|dicontoh} industri kimia dan farmasi (11,4 persen), industri barang logam dan elektronik (8,7 persen), industri alat angkutan (8,4 persen), juga industri tekstil dan pakaian jadi (6,1 persen).