Sektor Logistik Butuhkan Kolaborasi dan Hapus Ego Sektoral

57

Sektor Logistik Butuhkan Kolaborasi dan Hapus Ego Sektoral

Kolaborasi dan inovasi dan juga membangun rantai pasok berbasis digital guna tingkatkan daya saing, menjadi penting guna penguatan industri logistik dikala ini dan masa mendatang. ALFI menilai sektor logistik Indonesia membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak dan menghapus ego sektoral di tengah situasi Covid- 19.

Ditengah situasi Pandemi Covid- 19 serta keadaan pasar di Indonesia yang dinamis disaat ini, kolaborasi sektor logistik memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian serta Lembaga, seperti Kementerian Perhubungan( Kemenhub), Perindustrian, Perdagangan serta Kementerian Keuangan( Kemenkeu)

Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia( ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi yang di langsir bisnis. com menyatakan mendorong logistik Indonesia lebih kompetitif, dinamis dan inovatif. Ia berharap supaya anggota ALFI bisa terus berkolaborasi dengan semua pihak, sebab kolaborasi merupakan kunci guna menjadikan logistik Indonesia yang lebih kompetitif dan inovatif.“ Kami mendorong semua pihak supaya bisa berkolaborasi serta menghilangkan ego sektoral untuk meningkatkan ekonomi nasional dan dapat bergerak lebih cepat ke arah pemulihan ekonomi pasca hantaman pandemi Covid 19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia,” ucapnya, yang dilangsir bisnis.com, Rabu( 29/ 12/ 2021).

Yukki menegaskan ALFI juga mengapresiasi upaya Pemerintah RI yang menguatkan pertumbuhan ekonomi digital di kawasan perdesaan. Baginya, perihal ini bakal semakin memudahkan transaksi digital yang dilakukan warga sampai ke pelosok- pelosok wilayah desa di Indonesia.

Ia menuturkan, selama Pandemi Covid- 19 masyarakat mulai bergeser menggunakan platform e- commerce dalam penuhi kebutuhannya. Oleh karenanya, pelaku bisnis logistik butuh segera melakukan menyesuaikan diri terhadap perubahan, bila tidak mau dilibas perkembangan perdagangan ataupun tuntutan masyarakat serta perilaku konsumen yang saat ini juga bertransformasi sangat cepat menggunakan digitalisasi.“ Saat ini ini pola bisnis serta perdagangan pula sudah berganti bahkan industri juga sudah melakukan berbagai transformasi lantaran mereka tidak hanya memandang dari sisi logistik namun supply chain,” ucap Yukki yang juga Chairman Asean Federation of Forwarder Association( AFFA).

Oleh karena itu, imbuhnya, transformasi digital yang dilakukan oleh sektor logistik ialah suatu keharusan serta dinilai dapat menjadi katalis buat bisa bertahan sampai melakukan berbagai ekspansi terutama selama terjadinya pandemi Covid- 19 sampai saat ini ini.“ Perusahaan logistik yang tidak ingin melakukan perubahan itu, akibatnya bisa tutup. Terlebih peluang bisnis perusahaan jasa kirim ataupun e- commerce makin moncer bersamaan dengan maraknya kegiatan belanja daring warga sepanjang masa Pandemi ini,” tuturnya.

Baca Juga :  Pos Indonesia Yakin Volume Ekspor Tahun Ini Tumbuh 15 Persen

Sektor logistik di tengah pandemi Covid 19, jadi tulang punggung untuk sektor lain yang memerlukan distribusi barang.

Lantaran, perubahan pola bisnis serta perdagangan, disaat ini juga tidak terlepas dipengaruhi ciri perkembangan masyarakatnya, yang dimulai dari generasi sebelumnya sampai generasi disaat ini.