Sistem Digitalisasi Pelabuhan Butuh Terus Dibesarkan Buat Menata Ekosistem Logistik Nasional

50

Sistem Digitalisasi Pelabuhan Butuh Terus Dibesarkan Buat Menata Ekosistem Logistik Nasional

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengantarkan butuh terus dicoba pengembangan sistem digitaliasi pelabuhan baik perizinan ataupun layanan kepelabuhanan buat menata ekosistem logistik nasional. Perihal ini dikemukakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dikala membuka Webinar“ Strategi Pelabuhan serta Pelayaran dalam Masa Ekosistem Logistik” secara virtual di Jakarta, Rabu( 20/ 1).

Dengan sudah ditetapkannya Instruksi Presiden RI No 5 Tahun 2020 tentang Penyusunan Ekosistem Logistik Nasional, Departemen/ Lembaga terpaut wajib mengambil langkah- langkah yang dibutuhkan cocok tugas serta guna secara terkoordinasi serta terintegrasi buat melakukan penyusunan tersebut.

Penyusunan yang dicoba ialah lewat kerja sama K/ L terpaut lewat National Logistic Ecosystem( NLE) yang didukung oleh platform yang menghubungkan proses logistik end- to- end yang membolehkan proses logistik nasional yang efektif. NLE bakal berkolaborasi dengan sistem logistik yang sudah ada serta berintegrasi dengan fase logistik yang belum didukung sistem logistik.

Melalui penataan ini diharapkan bisa tingkatkan kinerja logistik nasional, memperbaiki iklim investasi, serta tingkatkan daya saing perkenomian nasional.

“ Digitalisasi logistik sudah jadi keharusan di dalam era industri 4. 0. Penataan ekosistem logistik nasional ini identik dengan digitaliasi,” jelas Menhub yang di langsir dephub. go. id..

Adapun beberapa capaian program NLE di sektor perhubungan laut pada tahun 2020 antara lain uji coba Soft System Methodology( SSM) pengangkutan, penerapan Ship to Ship– Floating Storage Unit( STS- FSU) serta SSM Perizinan Tahap I, penebusan DO serta pengeluaran SP2 lewat platform pemerintah serta shipping, uji coba kolaborasi pergudangan, identifikasi awal proses bisnis depo container di Jakarta serta Surabaya, dan penerapan perizinan STS serta Floating Storage Unit( FSU).

Sedangkan target program penataan Ekosistem Logistik Nasional selama tahun 2021- 2024 di sektor perhubungan laut antara lain meliputi: ekspansi SSM Perizinan secara nasional serta pengembangan tahap 2, pengiriman seluruh DO yang diterbitkan oleh shipping serta semua SP2 yang diterbitkan oleh terminal petikemas ke NLE, penerapan kolaborasi platform pergudangan, penataan area Pelabuhan Tanjung Priok, penataan area Batu Ampar serta Kabil, penerapan SSM pengangkut serta pengembangan penerapan warehousing.

Baca Juga :  Pelabuhan Patimban Telah Sah Sekarang Dikelola Swasta

“ Implementasi era ekosistem logistik mempunyai banyak manfaat, antara lain bisa menurunkan biaya logistik, sharing kapasitas logistik, meningkatkan ekonomi digital, tingkatkan transparansi layanan, sistem antar K/ L terhubung, kurangi mata rantai logistik, tidak terdapatnya duplikasi serta repetisi, dan menghilangkan proses manual,” tutur Menhub.

Kemenhub terus melakukan pengembangan digitalisasi perizinan serta layanan kepelabuhanan seperti: Aplikasi Simlala( digitalisasi perizinan), Inaportnet( digitalisasi pelayanan pelabuhan), aplikasi Sitolaut( tracking distribusi barang serta ternak di area 3TP), serta dashboard monitoring( transparansi serta efisiensi layanan kepelabuhanan).

Optimasi teknologi informasi tersebut diharapkan bisa tingkatkan pelayanan kepelabuhanan jadi lebih transparan, efektif, serta akuntabel.

Webinar Nasional yang diselenggarakan ini mangulas Implementasi Penataan Ekosistem Nasional yang sangat diperlukan guna penuhi tuntutan konektivitas yang tinggi dalam menjaga kualitas interaksi antar pemangku kepentingan ekonomi dengan karakteristik geografis Indonesia yang mempunyai letak geografis yang strategis, di mana 90% perdagangan internasional lewat jalur laut, serta 40% nya melewati wilayah perairan Indonesia.

Indonesia sebagai negara maritim terbesar, dihadapkan pada berbagai tantangan kayak terdapatnya ketidakseimbangan pertumbuhan ekonomi di kawasan barat serta timur Indonesia, termasuk dalam hal distribusi logistik, masih terdapatnya ketidakseimbangan kargo, infrastruktur kurang memadai serta tingginya biaya logistik di wilayah Indonesia.

Menhub menekankan komitmen pemerintah guna selalu mendukung tumbuh kembang industri kepelabuhanan serta pelayaran di Indonesia, menyederhanakan proses perizinan supaya lebih cepat, melakukan perbaikan sistem layanan serta kinerja di pelabuhan. Menhub Budi juga memberikan apresiasi serta menyambut terselenggaranya Webinar Nasional ini guna menghasilkan strategi di pelabuhan serta industri pelayaran di era ekosistem logistik yang identik dengan digitalisasi.

“ Untuk itu, saya mau mengajak kepada seluruh pihak serta stakeholder terkait guna meningkatkan sinergi bersama- sama dalam membangun serta memajukan pelabuhan di Indonesia,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pelindo Naikkan Tarif Pas Pelabuhan Mulai 1 Januari 2022

Ikut hadir selaku narasumber dalam webinar ini: Direktur Utama PT. Pelindo I( Persero) Dani Rusli Utama; Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis PT. Pelindo II( Persero) Ogi Rulino; Direktur Upata PT. Pelindo III U. Saefudin Noer; Diektur Utama PT. Pelindo IV Prasetyadi; Direktur Utama PT. Samudera Indonesia Bani Maulana; General Manager MSC Indonesia Dhany Novianto; Presiden Direktur Gurita Lintas Samudera Soenarto; Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto; Ketua Umum DPP ALFI/ ILFA Yukki Nugrahawan. Webinar dimoderatori oleh Pasoroan Herman Harianja sebagai Presiden INAMPA.