Tahun 2022, Kemenhub Tambah Ratusan Trayek Kapal Perintis, Tol Laut, Kapal Tenak dan Kapal Rede

47

Tahun 2022, Kemenhub Tambah Ratusan Trayek Kapal Perintis, Tol Laut, Kapal Tenak dan Kapal Rede

Kemenhub menambah ratusan trayek kapal perintis, tol laut, kapal ternak hingga kapal rede usai Tahun Baru 2022 sebagai bagian dari penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik angkutan laut.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan meningkatkan pelayanan publik Kapal Perintis, Kapal Barang Tol Laut, Kapal Khusus Angkutan Ternak dan Kapal Rede Tahun Anggaran 2022 melalui sinergi dan kolaborasi dengan stakeholder. Ditandai dengan Penandatanganan Terpadu Perjanjian Kerjasama bertempat di kantor pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.

Kegiatan penandatanganan terpadu perjanjian kerjasama ini merupakan bentuk kesiapan dan komitmen Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bersama para stakeholder dalam eksistensi Negara untuk memberikan layanan kepada masyarakat khususnya konektikvitas, mobilitas barang dan orang pada Tahun 2022. Acara ini dihadiri oleh Para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian Perhubungan; Para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama diluar Kementerian Perhubungan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Arif Toha yang dikutip dari bisnis.com mengatakan pada 2022, Kemenhub berencana melaksanakan kegiatan penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik kapal perintis sebanyak 117 trayek, penyelenggaraan kapal barang Tol Laut sebanyak 35 trayek, penyelenggaraan kapal khusus angkutan ternak sebanyak 6 trayek dan penyelenggaraan kapal rede sebanyak 16 trayek. “Penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik angkutan laut yang meliputi kapal perintis, kapal barang tol laut, kapal khusus angkutan ternak dan kapal rede dilaksanakan dalam rangka melayani dan mempermudah mobilitas atau distribusi muatan,” kata Arif, Jumat (31/12/2021).

Menurut Arif, rencana ini merupakan langkah yang baik untuk memberikan jaminan bahwa pelayanan publik angkutan laut harus terus berjalan dan tidak ada kekosongan pelayanan sehingga mobilisasi masyarakat antarpulau, distribusi barang pokok dan penting ke daerah 3TP dan distribusi ternak ke daerah sentra konsumsi dapat tetap berjalan tanpa adanya hambatan khususnya dari ketersediaan sarana angkutan laut.

Secara umum, lanjutnya, layanan angkutan laut menentukan konektivitas wilayah khususnya di negara kepulauan seperti Indonesia. Sedangkan setiap jenis angkutan laut memiliki penekanan-penekanan harapan atau tujuan dalam pelaksanaannya. “Angkutan laut kapal perintis diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah terutama pada daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan [3TP] serta menjadi promote the trade dan memicu pertumbuhan ekonomi,” sebutnya. Dia menambahkan, layanan kapal perintis ini bertujuan untuk menghubungkan daerah yang masih tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan yang belum berkembang dengan daerah yang sudah berkembang atau maju dan menghubungkan daerah yang moda transportasinya belum memadai.

Baca Juga :  Pemerintah Pastikan Kebijakan Zero ODOL Berlaku 1 Januari 2023, Kemenhub Terus Lakukan Persiapan