Tantangan Bisnis Logistik di Tahun Macan Air 2022

51

Tantangan Bisnis Logistik di Tahun Macan Air 2022

Sumber daya manusia yang mempunyai talenta digital serta keterampilan teknis pada proses supply chain jadi kunci serta jadi tantangan besar mengingat disaat ini ada gap antara kebutuhan profesional di sektor supply chain serta talenta digital dengan pasokan sumber daya manusia yang ada. Berbagai oelaku logistik wajib mempersiapkan siasat guna menghadapi tantangan yang dialami industri logistik. Dengan diberlakukannya system floating booking space di 2022 kegiatan bisnis bakal tersendat khususnya untuk pelanggan baik secara leadtime dan biaya logistik

tentunya bakal berdampak sangat besar bagiperusahaan logistik terintegrasi sebab tidak terdapat jaminan ruang( space) serta rencana booking buat pengiriman container antar pulau. Keadaan kelangkaan container serta ketergantungan yang tinggi dalam bahan baku impor tersebut menyebabkan perlambatan pada proses produksi serta berkurangnya kapasitas pasokan barang jadi ke pasar.

Asosiasi Logistik Indonesia atau ALI membeberkan tantangan bisnis logistik di Tahun Macan Air 2022.

Asosiasi Logistik Indonesia( ALI) menyebut pemberdayaan supply chain( rantai pasok), visibilitas, serta data analitik bakal jadi standar sektor logistik sekaligus tantangan pada Tahun Macan Air 2022. Ketua Umum ALI Mahendra Rianto yang dilangsir bisnis. com mengatakan perihal tersebut dibutuhkan mengingat transaksi e- commerce diperkirakan bakal terus melonjak sebab konsumen telah mulai terbiasa dengan cara baru berbelanja serta berdagang, dan protokol jaga jarak yang ditentukan oleh normal baru di masa pandemi Covid- 19.” Pemberdayaan supply chain, visibilitas, serta data analitik akan jadi standar. Di dalam penerapan supply chain pada masa depan akan membaurkan alat- alat digital dalam proses supply chain,” katanya dalam laporan Outlook Supply Chain serta Logistik Indonesia 2022, Rabu( 26/ 1/ 2022).

Baca Juga :  Simak Peluang dan Tantangan Bisnis Logistik pada 2022

Baginya, disaat ini sumber daya manusia yang mempunyai talenta digital serta keahlian teknis pada proses supply chain jadi kunci. Hal ini jadi tantangan besar mengingat disaat ini ada gap antara kebutuhan handal di zona supply chain dan talenta digital dengan pasokan sumber daya manusia yang tersedia.

Dengan demikian, sambung ia, Indonesia wajib mempersempit kesenjangan tersebut dengan secara sungguh- sungguh memprioritaskan pada pengembangan pendidikan serta pelatihan yang link& match dengan kebutuhan industri.” Bilamana tentang ini tidak digarap dengan sungguh- sungguh, Indonesia bakal kekurangan talenta supply chain digital pada masa mendatang, serta tentu akan diisi oleh tenaga asing sebab banyak pekerjaan supply chain yang bisa dilakukan dari jarak jauh,” sebutnya.

Lebih lanjut Mahendra menambahkan, kerja sama antara organisasi profesional, akademisi, pemerintah serta pelakon industri sangat berarti guna meningkatkan kelompok profesional supply chain disaat ini.

Melihat tren ini, ALI menganjurkan beberapa saran terkait program transformasi digital logistik yang dapat dilakukan guna mendorong digitalisasi dalam layanan supply chain. Adapun ia memerinci, rencana aksi tersebut bisa dilakukan dengan mempercepat implementasi penuh( full implementation) National Logistics Ecosystem( NLE), serta pengembangan infrastruktur digital, dan mempersiapkan regulasi guna mendukung implementasi serta keamanan data. Kemudian, membangun platform digital guna layanan supply and demand ekspor serta impor, pemerintah, BUMN/ Swasta dan Perguruan Tinggi juga dapat mempercepat pengembangan serta penyediaan sumber daya manusia( talenta) logistik digital yang terampil. Pemerintah, BUMN serta Swasta, imbuhnya, pula dapat memesatkan transformasi digital lewat pengembangan Infrastructure- as- a- Service( IaaS), Platform- as- a- Service( PaaS), Software- as- a- Service( SaaS), Digital Twin, serta yang lain. Bukan hanya itu, pemerintah serta BUMN/ Swasta mempersiapkan Data Center berbasis collocation/ cloud base yang bisa mempunyai kapasitas penyimpanan informasi tidak terbatas serta memberikan jasa pemeliharaan, peremajaan hardware server, pendingin ruangan, yang lain dengan efisien serta efektif.” Tidak hanya itu, sebaiknya sudah berlandaskan ISO 27001 dan Disaster Recovery Center[DRC], yakni pusat penyimpanan data cadangan yang dapat membantu operasional sistem tetap berjalan kala terdapat kendala serta keamanan data tetap terjaga,” tutur Mahendra. Terakhir ia pula merekomendasikan supaya pemerintah dan BUMN/ Swasta bekerjasama guna mempersiapkan sistem keuangan/ payment gateway yang bisa diakses dengan aman serta gampang oleh pelanggan dari seluruh dunia supaya dapat melakukan transaksi jual beli baik B2B ataupun B2C.

Baca Juga :  GoSend Bersiap Hadirkan Inovasi Dengan Ragam Layanan Baru pada 2022