Tekan Biaya Logistik, GINSI Dorong Optimalisasi Pusat Logistik Berikat

45

Tekan Biaya Logistik, GINSI Dorong Optimalisasi Pusat Logistik Berikat

Keberadaan Pusat Logistik Berikat( PLB) masih efektif dalam upaya menekan biaya logistik nasional yang masih terbilang tinggi, termasuk terhadap pergerakan arus logistik dari serta ke pelabuhan Tanjung Priok. Manfaat PLB sampai disaat ini semakin dirasakan importir

Gabungan Imporitir Nasional Seluruh Indonesia( GINSI) mendesak pengembangan serta optimalisasi fasilitas Pusat Logistik Berikat( PLB) di kawasan Marunda Cilincing Jakarta Utara oleh instansi Bea dan Cukai setempat.

Wakil Ketua Umum Bidang Logistik serta Kepelabuhanan BPP GINSI Erwin Taufan menilai keberadaan Pusat Logistik Berikat( PLB) masih efektif dalam upaya menekan biaya logistik nasional yang masih terbilang tinggi, termasuk terhadap pergerakan arus logistik dari serta ke pelabuhan Tanjung Priok.

Apalagi, lanjutnya, manfaat PLB sampai disaat ini semakin dirasakan importir lantaran sarana tersebut bisa memangkas mata rantai logistik dengan mensinergikan aktivitas bongkar muat( stevedoring), transportasi serta pergudangan jadi satu kegiatan.

” Sementara itu fasilias fiskal di PLB antara lain penangguhan bea masuk, tidak dipungut pajak impor PPN/ PPh impor serta tidak dipungut PPN atas pemasukan dari dalam negeri,” ucapnya dilansir bisnis.com, Kamis( 3/ 2/ 2022).

Taufan pula mengapresiasi kinerja instansi Bea dan Cukai Marunda dalam mengawasi serta mendesak pelaku usaha supaya menggunakan fasilitas PLB di Marunda.

Terlebih selama ini, kata dia, Bea Cukai Marunda cukup aktif melakukan aktivitas Customs Visit to Customers( CVC) untuk pengelola PLB di kawasan Marunda dalam rangka menjalin komunikasi ataupun melihat pemanfaatan sarana yang di berikan.

Sebagaimana diketahui, kehadiran PLB masuk dalam Paket Kebijakan Ekonomi II yang diatur melalui Peraturan Pemerintah( PP) Nomor. 85/ 2015 sebagai revisi PP 32/ 2009 tentang Penimbunan Berikat merupakan lahirnya pusat logistik berikat( PLB).

Baca Juga :  Untuk Percepat Arus Pelayanan Logistik, Inilah Langkah Bea Cukai

“ Kami nilai PLB cukup efektif pula dalam menekan dwelling time di Pelabuhan, serta fasilitas tersebut pula umumnya digunakan importir serta eksportir guna menyimpan barang- barang dari luar wilayah pabean Indonesia serta/ ataupun dari tempat lain di wilayan pabean Indonesia,” ucap Taufan, pada Rabu( 2/ 2/ 2022).

Seperti diketahui, Pusat Logistik Berikat( PLB) merupakan tempat penimbunan barang asal luar daerah Pabean serta/ ataupun barang yang berasal dari tempat lain dalam daerah Pabean dalam jangka waktu tertentu. PLB pula berfungsi sebagai penunjang industri nasional terkait dalam menyokong kebutuhan bahan baku.

Taufan menuturkan, selama ini importir begitu banyak dibebani biaya termasuk biaya tidak jelas layanannya di luar pelabuhan seperti uang jaminan container masih dipungut sebagian besar agen pelayaran asing, biaya EHS( equipment handling surcharges), biaya EHC( equipment handling cost), biaya surveyor, administrasi impor, dokumen fee, serta lain sebagainya. Belum lagi mesti bayar LoLo di Depo container kosong yang tarifnya tidak dapat terkontrol.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin DKI Jakarta Rainer Prakuso Tobing menilai upaya Pemerintah lewat Ditjen Bea Cukai guna mengoptimalisasikan fungsi PLB di sejumlah daerah di Indonesia telah tepat.

“ Dengan memanfaatkan PLB, banyak keunggulan yang diterima pemilik barang seperti penangguhan bea masuk serta pajak disaat barang masuk. Tidak hanya itu fleksibilitas masa timbun barang sampai 3 tahun. Ini berkaitan dengan upaya menurunkan biaya logistik,” ucapnya.