Untuk Percepat Arus Pelayanan Logistik, Inilah Langkah Bea Cukai

48

Untuk Percepat Arus Pelayanan Logistik, Inilah Langkah Bea Cukai

Dalam rangka menyukseskan amanat Instruksi Presiden No 5 Tahun 2020 tentang penataan National Logistic Ecosystem( NLE), Bea Cukai bersama segala stakeholder optimalkan program Single Submission( SSm) Pengangkut di 10 pelabuhan di Indonesia. Kali ini piloting serta asistensi program ini dilakukan oleh Bea Cukai di Semarang serta Surabaya. Penerapan program SSm Pengangkut ini tujuannya guna menyediakan sistem/ sarana yang memungkinkan para nahkoda( pengangkut) melakukan proses clearance di seluruh satker di pelabuhan lewat satu sistem/ satu pintu, sehingga dengan satu kali pengiriman superset data, mereka sudah menyelesaikan kewajibannya tanpa dilakukan pengiriman secara berulang.

Bea Cukai melakukan berbagai langkah penting di awal tahun 2022. Kali ini Bea Cukai melakukan upaya kerja sama dengan berbagai pihak terkait, masing- masing di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang serta Pelabuhan di Balikpapan.

Kasubdit Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Hatta Wardhana yang dilangsir beacukai. go. id menjelaskan kalau pertumbuhan perdagangan internasional serta bangkitnya usaha dalam negeri memerlukan support dari berbagai pihak, tidak cuma institusi pemerintah, tetapi peran asosiasi pula diperlukan dalam meningkatkan serta mengembangkan inovasi demi membangun sistem logistik di Indonesia.

Di Semarang, Bea Cukai Tanjung Emas( Temas) menjaga kerja sama serta sinergi bersama seluruh instansi di Pelabuhan Tanjung Emas, tidak terkecuali kepada asosiasi- asosiasi yang bergerak di bidang logistik serta ekspor impor.

Pada Selasa ( 25/ 01), Bea Cukai Temas perkuat sinergi dengan Indonesian National Shipowners’ Association( INSA) Semarang. Bea Cukai Temas memberikan dukungan terhadap visi dari DPC INSA Semarang demi terwujudnya program Indonesia selaku poros maritim dunia. Tidak hanya itu, dukungan ini selaku upaya mendorong suksesnya program tol laut pada era revolusi industri 4. 0 guna menyambut Indonesia emas pada 2045.

Baca Juga :  Melalui CVC, Bea Cukai Lakukan Pendampingan Pelaku Industri Dalam Negeri

Setelah itu pada Kamis( 27/ 01), dalam mendukung fungsi trade facilitator, Bea Cukai Temas bersama Asosiasi Depo Kontainer Indonesia( ASDEKI) Jawa Tengah, berkomitmen bersama membawa misi guna memperlancar serta mengefisienkan jalur mata rantai pasok, paling utama dalam international trade.

Hatta menuturkan kalau pelayaran serta peti kemas mempunyai peran yang fundamental dalam sistem logistik, terlebih dalam menunjang pembangunan National Logistic Ecosystem( NLE).“ Keduanya mempunyai peran yang penting, baik untuk tempat penyimpanan, zona penyangga, serta tempat transit yang mempunyai fungsi untuk memperlancar arus barang di pelabuhan,” imbuhnya.

Selian itu, dalam upaya pembangunan NLE di Semarang, Bea Cukai Temas melakukan audiensi dengan berbagai pihak. Audiensi tersebut antara lain dengan Managing Director FedEx Express Indonesia Garrick Thompson PT Skypak Indonesia( FEDEX), penyedia platform trucking online Klik Cargo, serta Jajaran Kodim 0733/ BS Semarang.

“ Selaku salah satu pelabuhan besar di Indonesia, percepatan arus logistik di Pelabuhan Tanjung Emas bisa memberikan dampak yang signifikan untuk perekonomian. Kita berupaya bersama dalam membangun NLE, apalagi beberapa program telah dijalankan dengan baik. Seperti halnya joint inspection pabean serta karantina yang bisa tingkatkan efisiensi waktu sampai 25, 26 persen, serta biaya sebesar 40, 62 persen. Kami optimis program- program lanjutan seperti trucking online bisa segera diwujudkan, sehingga arus logistik bisa lebih cepat serta efisien.” ucap Hatta.

Berikutnya, Bea Cukai Balikpapan bersinergi dengan seluruh elemen di Pelabuhan Balikpapan guna menyepakati Standar Operasional Prosedur( SOP) dalam rangka pemeriksaan bersama, pada Senin( 24/ 01). Dalam aktivitas tersebut ikut dihadiri oleh Balai Karantina Pertanian Kelas I Balikpapan, Balai Karantina Ikan serta Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Balikpapan, PT Pelabuhan Semayang dan PT Kaltim Kariangau Terminal.

Baca Juga :  Sucofindo dan Indofarma Jalin Sineregi Operasikan Pusat Logistik Berikat

Terkait aktivitas tersebut, Hatta menyatakan kalau dengan adanya SOP pemeriksaan bersama, diharapkan bisa tingkatkan kinerja logistik nasional, memperbaiki iklim invetasi, tingkatkan daya saing perekonomian nasional, dan tercapainya efisiensi waktu serta biaya.“ Perihal ini diharapkan jadi tonggak awal dalam mewujudkan layanan NLE berbentuk Single Submission Quarantine Custom( SSM QC), sekaligus bentuk sinergi bersama dalam menjunjung tinggi integritas supaya terbentuk atmosfer anti korupsi di Wilayah Balikpapan,” pungkasnya.