Upaya Pelindo Tekan Biaya Logistik Setelah Merger

49

Upaya Pelindo Tekan Biaya Logistik Sampai 1, 6 Persen setelah Merger

Kementerian Perhubungan bersama pemangku kepentingan terkait terus berupaya menekan biaya logistik nasional, dalam rangka tingkatkan daya saing bangsa. Perihal ini dilihat dari keadaan makro serta infrastruktur Indonesia yang terjadi peningkatan secara signifikan paling utama pada bidang infrastruktur serta logistik. Penggabungan Pelindo yang telah dilakukan, jadi salah satu upaya yang bisa mengurangi biaya logistik nasional serta memperbaiki Indeks Logistik Nasional.

PT Pelabuhan Indonesia( Persero) atau Pelindo bakal melakukan beberapa upaya supaya bisa berkontribusi menurunkan biaya logistik sampai 1, 6 persen pada 2024. Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono mengatakan kalau bersumber pada studi Bank Dunia, biaya logistik di Indonesia mencapai 23 persen dari Produk Domestik Bruto( PDB), dengan kontribusi laut sebesar 2, 8 persen. Bila angka tersebut dipecah 2 dengan pelayaran, hingga jatah pelabuhan sebesar 1, 4 persen.” Upaya yang dilakukan oleh Pelindo guna menurunkan biaya logistik di Indonesia yaitu melakukan standarisasi pelayanan serta sistem operasional di pelabuhan- pelabuhan yang dikelola oleh perusahaan,” katanya yang dilangsir Bisnis. com, Senin( 6/ 12/ 2021).

Bagi Arif, di Indonesia, 80 persen dari pelaku bisnis container yang jadi pelanggan di seluruh wilayah Pelindo ialah pelanggan yang sama. Tetapi, pelayanan yang diberikan berbeda sehingga rute serta jadwal kapal jadi tidak optimal.

Sehingga dari itu, lanjutnya, dengan standarisasi tersebut, diharapkan bisa memperpendek waktu singgah kapal di pelabuhan sehingga deadweight loss bisa dimininimalisir serta kapal tersebut memiliki peluang guna menambah sailing time dan menekan waktu bongkar- muat peti kemas.” Kami berharap Pelindo bisa berkontribusi menurunkan biaya logistik sampai 1, 6 persen pada tahun 2024 nanti. Penurunan ini dihasilkan dari peningkatan efisiensi biaya pengiriman, pengeluaran penyimpanan, serta pengeluaran terkait inventori nasional,” ucap Arif. Lebih lanjut ia menuturkan, setelah resmi merger pada 1 Oktober 2021, Pelindo mempunyai rencana jangka pendek yang ditargetkan tercapai sampai 2022. Perseroan bakal fokus ke dalam fase Business Alignment and Integration dengan berpusat pada penyelarasan bisnis paska integrasi lewat standardisasi serta integrasi operasional guna peningkatan mutu pelayanan.

Adapun sambung Arif, tahap ini akan dimulai dari pelabuhan petikemas utama misalnya Ambon, Belawan, Makassar serta Sorong. Pelindo bakal membagi fokus bisnis lewat 4 subholding, ialah PT Pelindo Terminal Petikemas untuk klaster bisnis petikemas, PT Pelindo Multi Terminal untuk klaster bisnis non- petikemas, PT Pelindo Solusi Logistik untuk klaster logistik, PT Pelindo Jasa Maritim untuk klaster marine serta peralatan Pelabuhan.” Lewat 4 subholding ini, diharapkan Pelindo sanggup lebih cekatan dalam mengembangkan serta tingkatkan kemampuan bisnisnya. Keempat subholding ini bakal bersinergi guna membangun ekosistem bisnis logistik Indonesia yang lebih baik lewat standarisasi operasional serta pelayanan kepelabuhanan,” tuturnya.

Baca Juga :  Pelindo Selaraskan Bisnis Petikemas sampai Tahun 2022 Pascamerger